Manusia berusaha, Allah SWT jua berkehendak. Begitu pesan-pesan tetua-tetua kita menjelaskan bahwa takdir itu berada di tangan Allah SWT, selaku pemilik kekuasaan tertinggi alam semesta. Pepatah ini juga mewakili perjuangan Singgang Wahono dan Neny untuk mencari kesembuhan bagi anaknya, Ilhamsyah.
Ilhamsyah, penderita suspect Atresia Bilier menghadap ilahi pada hari Sabtu (8/10) pukul 08.00 wib (waktu Indonesia Barat) di ruang NICU (neonatus intensive care unit) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo. Ia meninggal setelah dirawat di rumah sakit itu selama tiga hari. Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Umum Dr Kanujoso Djatiwibowo selama 23 hari.
Bagi Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, Ilhamsyah dan keluarganya memberi kesan yang mendalam. Ilhamsyam merupakan simbol perjuangan kaum dhuafa untuk mendapatkan pengobatan yang memiliki keterbatasan ekonomi dan informasi.
